[IN-DEPTH] Transparansi APBD Lewat Aplikasi, Membangun Smart City Bebas Dari Korupsi!

Membabat Habis Kesempatan Korupsi Dengan Teknologi Dan Kekuatan Masyarakat Millenial.

Ilustrasi Smart City Bebas Korupsi. Sebagian Gambar disadur dari freepik.com

Tentu kalian sudah pernah dengar istilah Smart City bukan? Dalam arti sederhana, Smart City adalah sebuah daerah/kota yang mampu mengintegrasikan komponen teknologi informasi kedalam sistem tata kelola daerahnya setiap hari.  Adapun tujuan utama dari smart city ini tidak lain adalah untuk mempebaiki pelayanan publik, mempertinggi efisiensi, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Konsep smart city sendiri adalah gagasan yang menawarkan solusi ke berbagai komponen yang ada didalam sebuah kota, mulai dari people (masyarakat), governance (pemerintahan), economy (perekonomian), living (kehidupan), mobility (mobilitas) dan environtment (lingkungan).

Beragam Inovasi Smart City Bermunculan, Efektifkah?

Berbagai macam inovasi dari IoT Smart City. Gambar disadur dari freepik.com

Berbagai inovasi teknologi berlabel smart city pun sudah banyak bermunculan di Indonesia. Dan sayangnya, sebagian besar inovasi brilian tersebut seringkali hanya berkutat di peningkatan efisiensi melalui perbaikan sektor environtment dan living. 

Smart Lighting, Smart Parking, Waste Management dan berbagai inovasi lainnya adalah salah satu inovasi apik yang mampu menggambarkan fasilitas publik canggih yang ada di kota-kota besar milik negara maju diluar sana.

Namun pertanyaannya, apakah inovasi tersebut memang dibutuhkan sekarang?

Melambungnya anggaran perangkat teknologi dengan harga yang relatif mahal dan didukung dengan belum meratanya pembangunan infrastruktur IT di semua daerah, merupakan batu sandungan besar yang menyebabkan konsep smart city masih belum bisa diterapkan di Indonesia dengan sempurna.

Belum lagi dengan melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan belakangan ini, pengalokasian sejumlah anggaran besar untuk merealisasikan smart city pun sepertinya bakal memunculkan banyak kontroversi dan stigma negatif dari masyarakat.

Smart Governance, Kunci Awal Untuk Memulai Smart City!

Nah dari beragam inovasi sasaran smart city yang ada, gebrakan inovasi yang menyasar pada governance (pemerintahan) sering kali menjadi terlupakan. Padahal smart governance merupakan salah satu proses kunci untuk menciptakan sebuah gambaran kota yang ideal.

Kepercayaan terhadap kinerja pemerintahan adalah hal yang sangat penting untuk memulai sebuah proyek Smart City. Ketika masyarakat sudah memiliki kepercayaan pada pemerintahan, pembangunan Smart City juga bakal dilihat sebagai suatu hal yang sangat positif di masa depan, bukan lagi sebagai ajang membentuk ladang emas bagi penguasa untuk melakukan korupsi.

Partisipasi publik dalam pemerintahan juga menjadi poin yang tidak kalah penting. Peran masyarakat sebagai pengawas langsung yang ada di lapangan menjadi sangat vital dalam menentukan apakah smart city sudah bisa berjalan dan berdampak dengan baik atau malah sebaliknya.

Ya, kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam smart governance diataslah yang telah mengilhami lahirnya gagasan inovasi transparansi APBD lewat aplikasi untuk membangun sebuah smart city yang bebas dari tindakan korupsi.

Pencegahan Dini Korupsi APBD Dengan Transparansi dan Partisipasi Ala Smart Governance.

Dengan tingginya angka korupsi belakangan ini, tentu yang lebih Indonesia butuhkan sekarang adalah perlawanan nyata untuk menekan angka korupsi. Salah satu caranya adalah dengan membatasi ruang gerak para koruptor.

Melalui transparansi dan penyampaiannya lewat aplikasi, informasi alokasi APBD bisa lebih cepat sampai ke masyarakat. Penyajian data yang interaktif juga memungkinkan masyarakat untuk bisa berkontribusi dalam pengawasan langsung di lapangan secara lebih mudah.

Jika sudah terendus penyelewengan alokasi APBD, masyarakat juga bisa langsung melaporkannya melalui aplikasi. Dengan begitu kesempatan oknum untuk menyalahgunakan dana APBD bisa ditekan seminimal mungkin. Setiap laporan yang masuk juga bisa direspon pemerintah. Kalaupun tidak ada respon atau responnya mengecewakan, melalui aplikasi, laporan bisa diteruskan lebih lanjut ke akun BPK, KPK, ICW atau badan berwenang lainnya.

Aplikasi juga memungkinkan untuk membagikan laporannya di berbagai media sosial. Dan rasanya untuk urusan kreativitas, keahlian netizen Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Selagi berguna untuk membuat viral di media, jika itu bisa mendesak pemerintah terkait merespon laporan yang ada, kenapa tidak?

Terlihat sederhana? memang, tapi didalamnya butuh usaha ekstra pemerintah dan masyarakat untuk bisa aktif melakukan pengawasan. Karena tidak ada yang lebih tahu kondisi daerahnya kecuali masyarakat itu sendiri.

Mungkin terdengar seperti proyek ambisius, tapi penulis percaya, pemerintah mampu mewujudkan sinergi dengan masyarakat yang lebih baik lagi untuk membentuk sebuah smart city yang bebas dari korupsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *