Lulu dan Nana, Bayi “Mutan” Kreasi Manusia Yang Diklaim Anti HIV Pertama Di Dunia

Eksperimen Eksentrik Yang Bertentangan Dengan Etika.

Gambar disadur dari freepik

Apakah kalian penggemar film fiksi¬†X-Men?¬†Film yang diadaptasi dari komik marvel ini sejatinya menceritakan bagaimana manusia mutan baik dan jahat bertarung untuk kedamaian dunia. Tapi apakah kalian sudah tahu arti kata “mutan” itu sendiri?

Walaupun kata mutan memang sering dipakai di beberapa komik fiksi dan superhero, namun kata “mutan” ini memang benar-benar ada didalam kehidupan nyata manusia sehari hari. Dalam arti sederhana, mutan adalah suatu organisme yang mengalami proses mutasi genetik yang disebabkan oleh mutagen alami dan mutagen kimia.

Ketika sebagian besar mutan di film X-Men mempunyai kemampuan karena mutasi genetik sejak lahir, Saat ini sekumpulan peneliti di China mengklaim telah berhasil menciptakan bayi kembar dengan rekayasa genetik pertama di dunia. Menarik memang, karena selama ini sebagian besar target rekayasa genetik adalah hewan mamalia.

Ya Lulu dan Nana adalah bayi kembar sekaligus objek manusia pertama yang berhasil lahir dari proses panjang rekayasa genetika. Penelitian unik ini mulai naik ke permukaan berkat publikasi dari Univeristas MIT, bersumber pada dokumen uji medis yang dipimpin oleh Jiankui He, ilmuwan medis dari Universitas Shengzhen, China.

Berdasarkan informasi didalam dokumen uji medis tersebut, tujuan utama dari penelian ini adalah melakukan rekayasa / modifikasi pada Gen CCR5, gen yang ditarget oleh virus HIV ketika menginfeksi manusia. Untuk melakukan rekayasa pada gen CCR5 tersebut, mereka menggunakan “gunting” khusus molekular yang disebut CRISP/Cas9, Teknologi yang memungkinkan penggunanya untuk membuang, menggantikan gen didalam sebuah DNA hampir layaknya proses copy paste dalam sebuah komputer. Dengan teknologi CRISP, Jiankui He berharap kedua bayi mungil tersebut bebas dari HIV sepanjang hidup mereka.

Lalu, Bagaimana Proses Lulu dan Nana Tercipta?

Jiankui He mengungkapkan proses dimulai dengan mengambil sel sperma dan telur dari kedua calon orang tua, kemudian embrio tercipta melalui proses In Vitro Fertilization (IVF). Setelah embrio terbentuk, gen CCR5 dari embrio ini akan dimodifikasi menggunakan CRISP sebelum akhirnya dimasukan ke rahim calon ibu dari embrio tersebut.

Dari ketujuh pasangan, embrio lulu dan nana adalah satu satunya embrio yang sukses dan selamat lahir ke dunia. Tim peneliti mengklaim meskipun mereka lahir dengan perubahan struktur gen CCR5, kedua bayi kembar tersebut dapat menjalani kehidupan secara sehat dan normal layaknya bocah lainnya.

Yang perlu dijadikan catatan adalah penelitian ini memang sengaja belum dipublikasi dan belum melalui proses verifikasi. Namun jika penelitian dari Jiankui He ini memang terbukti nyata, maka ini adalah tindakan modifikasi gen manusia yang dilakukan pertama kali di dunia.

Dilakukan Diam-diam Tanpa Publikasi

Biasanya, ketika bereksperimen dengan manusia, para peneliti harus mendapatkan ijin dari institusi yang menaunginya begitu juga dengan ijin dari pemerintah. Para peneliti ini juga menerbitkan metode dan proses pengerjaan mereka kedalam sebuah jurnal atau konferensi ilmiah terbuka, yang dimana masih terdapat proses review dari para ahli dibidang yang sama sebelum benar-benar dipublikasikan.

He sendiri mengaku melakukan penelitian ini diluar laboraturium dan prosedur standar dari Universitasnya, namun saat ini pihak resmi dari Southern University of Science and Technology sedang dalam penyelidikan untuk mengetahui kebenarannya.

Pengakuan dan klaim dari Jiakui He saat ini telah menimbulkan beberapa kegaduhan di beberapa kalangan peneliti didalam bidang yang sama. Sebagian besar mereka sepakat untuk melabeli eksperimen ini sebagai percobaan yang sangat berbahaya, tidak bertanggung jawab dan melanggar aturan etika dan moral didalam penelitian. Bagaimana tidak, para peneliti tidak melakukan eksperimen semacam ini karena secara sepenuhnya sadar bahwa melakukan perubahan pada gen manusia dapat menyebabkan resiko konsekuensi yang tidak terduga di masa depan, tidak hanya untuk pasien tapi juga semua keturunannya.

Bahkan beberapa negara memiliki beberapa hukum dan aturan yang melarang kegiatan experimen dilakukan dengan objek manusia. tapi entahlah, keinginan Jiankui He yang ingin memberikan alternatif lain untuk melawan HIV AIDS juga seharusnya patut kita hargai.

Mari kita nantikan bersama, apakah mutasi genetik dengan teknologi CRISPR merupakan solusi terbaik atau malah menjadi malapetaka bagi umat manusia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *