Algoritma Terbaru Facebook Yang Bakal Mengurangi Penyebaran Berita Hoax!

Menyongsong Facebook Bebas Hoax Dan Clickbait!

Gambar disadur dari freepik.com

Layaknya petuah legendaris “Kekuatan Besar Datang Dengan Tanggung Jawab Besar” yang diucapkan Benjamin “Ben” Parker pada film pertama Spiderman, Kali ini Facebook juga dengan berani membuktikan tanggung jawabnya sebagai media sosial dengan jumlah pengguna terbesar di dunia.

Ya, setelah banyak sekali masalah hukum yang menjerat facebook beberapa waktu lalu, Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook, sekali lagi berusaha menyempurnakan facebook dengan memperbaiki bagaimana sebuah cerita atau postingan disebar melalui beranda penggunanya. Dan fokus perbaikannya sekarang ada pada algoritma terbaru untuk menekan distribusi konten yang berbau “provokatif dan sensasional”.

Tujuannya memang tidak hanya memotong penyebaran konten berbau clickbait, tapi juga postingan yang mengandung informasi salah serta mengundang polemik orang banyak. Meski selama ini beberapa konten bermasalah tersebut lolos dari jerat pemblokiran di facebook, tapi dengan adanya algoritma ini, penyebaran konten tersebut akan otomatis ditekan semaksimal mungkin, hebat kan!

Melalui postingan resmi websitenya, Mark Zuckerberg mengatakan bahwa kebanyakan pengguna di media sosial miliknya lebih suka berinteraksi pada konten-konten berbau polemik yang sensasional. Padahal dengan melakukan interaksi pada konten tersebut, seperti menyukai, merespon dan berkomentar didalamnya maka akan semakin dekat pula kesempatan konten tersebut berubah menjadi sebuah bola panas yang harus segera diblokir, agar tidak menjadi kekhawatiran orang banyak.

Jadi dibandingkan menyusuri konten mana saja yang akan diblok dari jutaan konten yang masuk setiap harinya, Facebook berinovasi mencipakan algoritma untuk menyesuaikan pendistribusian konten-konten yang bermasalah. Secara sederhana, sistem kecerdasan buatan milik Facebook akan mendeteksi konten tersebut dan membuatnya terdistribusi lebih sempit lagi, guna mencegah kelonjakan jumlah pembaca dan angka interaksi didalamnya.

Mark Zuckerberg, gambar diambil dari www.vanityfair.com

Mark Zuckerberg meyakini dengan adanya algortima ini, secara berkala akan mendorong penggunanya untuk tidak membuat dan memposting konten bermasalah seperti ini lagi. Sehingga Facebook bisa kembali menyajikan pengalaman yang lebih baik pada penggunanya, dan tentunya bisa kembali ke fungsi awal Facebook, yakni menyatukan orang banyak bukan sebagai alat pemecah belah.

Untuk mengkategorikan konten-konten yang bermasalah, Facebook menggunakan istilah terbarunya yaitu “Borderline Content”. Didalam blog resminya, borderline content diartikan kedalam dua contoh sederhana, “foto yang mengandung unsur pornografi” dan “post yang tidak berada dalam kategori ujaran kebencian milik facebook, namun berpotensi mengundang polemik”.

Sudah jelas memang untuk pengkategorian foto yang berbau pornografi, tapi facebook masih belum menjelaskan dengan gamblang bagaimana facebook akan mendeteksi kategori borderline content yang kedua.

Perubahan algoritma ini sudah diumumkan per 15 November 2018 kemarin. Selain penerapan algoritma baru, pihak Facebook juga berencana akan mengembangkan lagi proses moderasi  konten dengan membuat suatu badan pengawasan khusus. Divisi tersebut akan bertindak sebagai “hakim” dalam menangani segala masalah moderasi konten kedepannya, Ini adalah salah satu cara untuk “membersihkan” nama Facebook dari kemungkinan masalah yang akan muncul karena konten berpolemik tersebut.

Apakah kalian sudah merasakan dampak positif dari algoritma ini? Mari berharap sistem terbaru ini bisa tepat sasaran. Dalam artian memang melemahkan distribusi konten berbau hoax dan clickbait. Dan tidak menganggu distribusi konten-konten berisikan opini terbuka dan disertai fakta, yang harusnya mendapat porsi tampil lebih besar agar bisa didengar oleh pihak yang besangkutan, khususnya di Indonesia.

Mari kita tunggu saja perkembangannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *