Perusahaan Indukan Google, Alphabet Menghentikan Pengembangan Robot Agen Penyelamat

Satu dari beberapa kisah pilu startup yang diakuisisi oleh perusahaan besar

Gambar disadur dari freepik.com

Siapa yang tidak kenal dengan Perusahaan Alphabet? Perusahaan raksasa asal Amerika ini adalah perusahaan induk yang memegang kendali atas Google dan juga beberapa anak perusahan google lainnya. Perusahaan yang dimotori oleh Larry Page sebagai CEO nya ini bergerak di hampir berbagai bidang industri, mulai dari teknologi, ilmu pengetahuan terapan, investasi, hingga melakukan beberapa penelitian dan riset. Dan salah satunya risetnya adalah pengembangan robot bipedal (berkaki dua) sebagai agen penyelamat disaat keadaan darurat.

Alphabet sendiri telah meneliti dan mengembangkan industri robot sejak tahun 2013, tepat disaat mereka berhasil mengakuisisi dua perusaaan startup di bidang yang sama, Schaft dan Boston Dynamics.

Baik Schaft maupun Boston Dynamics adalah sebuah startup sukses yang mampu memenangkan beberapa penghargaan internasional. Bahkan video prototype dari robot mereka seringkali viral dan mendapat respon postif dari masyarakat luas.

Bayangkan saja, di tahun 2013, salah satu mesin robot karya Schaft berhasil menjuarai babak pertama kompetisi robot agen penyelamat yang digelar oleh Darpa, sebuah unit riset milik Pentagon. Prestasi apik yang pada akhirnya sukses membawa konsep penelitian robot agen penyelamat mereka ke pangkuan Alphabet di tahun yang sama.

Awal Dari Kemunduran, Ketika Alphabet Kehilangan Fokusnya.

Hanya berselang setahun setelah menyabet penghargaan dari Darpa, Entah mengapa pihak Alphabet justru membuat ambisi dan semangat yang ada di Schaft menjadi menurun. Hal ini dibuktikan dengan hengkangnya salah satu eksekutif kunci dari Schaft, Andy Robin di tahun 2014.

Dan puncaknya ditahun 2017, Alphabet akhirnya lebih memilih fokus pengembangan di bidang lain dan menyerah dalam pembangunan robot-robot pintar tersebut. Mereka juga menjual Boston Dynamics ke Softbank group, sebuah perusahaan terkemuka asal Jepang. Lalu bagaimana dengan nasib Schaft?

Awalnya, pihak Softbank group juga setuju untuk mengakuisisi kedua perusahaan, Boston Dynamics dan Schaft. Namun karena suatu hal, proses akuisisi Schaft tidak berjalan dengan lancer sebagaimana mestinya.

“Mengikuti keputusan dari pihak Softbank Group untuk tidak melanjutkan proses akuisisi lebih lanjut dengan pihak Schaft, dan setelah mencari berbagai opsi yang mungkin, kami memutuskan untuk menutup Schaft ” Ujar Pembicara Alphabet, sepeti yang dilansir dari website Nikkei Asian Review. Meskipun begitu, Alphabet mengatakan kalau mereka akan membantu karyawan yang ada Schaft untuk mencari alternative pekerjaan baru didalam atau diluar Alphabet.

Berbeda halnya dengan Schaft, kini Boston Dynamics telah melanjutkan penelitian dan pengembangan robot bipedal mereka dibawah bendera Softbank Group.

Apakah proses akusisi yang dilakukan oleh Softbank Group ini sudah tepat? Mari kita tunggu saja inovasi robot agen penyelamat yang akan dibawa oleh Boston Dynamics. Semoga bisa memenuhi ekspektasi orang banyak akan kecanggihan teknologi abad 21 yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *